Awal bulan ini teramat istimewa buat saya. Banyak hal baru yang telah saya lewati di 31 hari ini, banyak rasa-rasa yang saya alami dan banyak teman yang membersamai. Terimakasih sudah saling menguatkan, terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk bercerita dan mendengarkan. Terimakasih untuk ratusan pasang mata di 5 kota yang saya jumpai selama 1 bulan ini. Terimakasih untuk meluangkan waktu, berbagi pengalaman, cerita mulai dari susah, sedih, dan senangnya. Terimakasih untuk tepuk tangan, ucapan, dan semangat yang datang. Semoga energi positif bisa terus tersalurkan. Semoga mimpi ini tetap tinggi dan hati terus membumi.
Kilas balik 1 tahun lalu saya pernah mengalami rasa-rasa untuk kembali trauma, takut, dan memulai adaptasi baru. Takut kehilangan teman meskipun pada akhirnya hidup juga akan berjalan dengan jalan hidup masing-masing. Trauma akan segala masalah di masa lalu jika terulang (meskipun beneran terulang), dan kembali beradaptasi dengan lingkungan baru yang sejujurnya tidak saya harapkan. Namun, ditengah perasaan itu semua ada sebuah proses pendewasaan yang tidak disangka. Seringkali saya pribadi melakukan sesuatu untuk membuat orang lain bahagia, tapi lupa apa diri ini sudah bahagia ketika melakukannya? Awal mula 2020 ini saya belajar untuk lebih memahami diri sendiri, berdamai pada masalah, memproses rasa sakit, kesal, mengkomunikasikan rasa sedih, kecewa, dan mencoba meluangkan waktu lebih banyak sama diri sendiri. Saya memulai untuk mengapresiasi usaha dan pencapaian saya sekecil apapun dan memulai jatuh cinta pada diri sendiri. Rasanya nyaman dan tingkat kebahagiaan lebih alami dibandingkan dari tahun-tahun silam.
31 hari ini saya temukan kekuatan dari yang datang secara sengaja atau tidak sengaja. Ketika niat baik menjadi awal, ikhlas menjadi bagian dari proses, maka syukur akan menutup akhir yang berharga. Kadang seru juga bisa mencoba bertahan sama masalah sendiri, seru juga bisa peka sama apa yang sebenarnya dibutuhkan bukan apa yang diinginkan. Ternyata diri ini lebih penting dari apapun dan self care menjadi energi positif ketika insecure datang tanpa permisi. Bahkan sekedar bangun pagi lalu sarapan tepat waktu saja sudah menjadi kebahagiaan.
Saya pernah merasakan kekosongan, tapi bukan kekosongan akan pekerjaan atau pencapaian karena saya juga punya bisnis, punya pekerjaan. Tapi kekosongan yang saya maksud adalah kekosongan secara emosional, yaaaaaa meskipun saya menjalaninya bahagia dan tidak merasa sia-sia ketika semua sudah sampai pada titik ini. Syukur, syukur, dan syukur. Alhamdulillah.
Last, yang bisa saya petik di awal mula 2020 ini bahwa hidup orang itu bisa beda. Meskipun awalnya sama tapi pada akhirnya orang akan punya jalan, passion, dan goals yang berbeda.
It's okey untuk melakukan hal yang kita suka tanpa alasan apapun, gapapa.
Tapi ingat! Kalau mau sesuatu, tetep harus dikejar, perjuangkan, dan didoakan. Jangan males-malesan, jangan banyak alasan. Senang ketika bisa berbuat baik dan berterimakasih kepada diri sendiri.
Sometimes, I'm crying because i find out i'm not the only one who realizing the life after graduate. maybe in much different way. Everyone has their own pace, and move in their own timeline.
Thanks January. See you on top~
Sending virtual hug ❤❤

