Di sebuah
acara conference, symposium, maupun educational forum di tingkat ASEAN maupun di Korea Selatan beberapa
waktu silam, saya pribadi pernah menjadi salah satu bagian dari presenter atau
pemakalah untuk mempresentasikan hasil penelitian, ide, atau gagasan. Percayakah
kamu? bahwa ide dan hasil akan suatu penelitian yang lengkap dan keren
sekalipun terkadang masih belum bisa dikatakan maksimal jika penulisan karya
tersebut kurang berisi, tidak sesuai format/kaidah, dan penyampaian ke publik atau
audience juga kurang menarik.
Ada
yang seperti itu? Merasa sulit untuk melakukan presentasi?
Oke,
singkat cerita hampir selama 6 bulan ini, Saya berkutat dengan macam studi
literatur, menulis, revisi, desain ppt, latihan presentasi, diskusi, riset dsb.
Tidak saat kompetisi, conference, symposium, seminar hasil, atau saat jadi
pembicara sekalipun. Kita sebagai mahasiswa pasti akan dihadapkan dengan "PRESENTASI".
Ya
pentok2 sih, anggap saja sidang tugas akhir/skripsi/ thesis untuk melunasi kewajiban
sebagai mahasiswa di bangku perkuliahan. Nah, kadang ada beberapa pertanyaan dari
temen-temen perihal bagaimana dan persiapan apa saja untuk melakukan presentasi
di depan publik?
Nah,
berikut tips membangun dialog dalam presentasi. Yuk simak!
- Siapkan materi.
Buat
kerangka point apa yg akan disampaikan. Menurutku bagian ini sangat penting.
Kenapa? Karena kita bisa tau alur cerita seperti apa yang akan kita sajikan didepan
audience. Ingat! Presentasi jangan dibuat kaku, anggap saja seperti bercerita
tetapi dengan alur yg jelas agar audience paham dengan materi yang kita
sampaikan. Jangan sampai kita presentasi tetapi alur cerita yang dibawakan
membuat bingung, misalnya menjelaskan solusi atau metode dahulu baru latar belakang.
Nah, alur cerita presentasi disini
sangat penting untuk dipikirkan sebelum membuat powerpoint.
- Gunakan point-point atau pokok bahasan yg penting untuk di bicarakan di depan audience.
Jangan
asal copas tulisan dari paper ya hehe. Apalagi yang berparagraf :”)
Itu
bakal ngebosenin, karena tujuan kamu presentasi adalah menyajikan sesuatu untuk
diucapakan, bukan kemudian audience yg membaca suatu paragraf. Inget! Power
'point'.
- Sajikan data dalam bentuk visual.
Dalam
presentasi adanya gambar, tabel, diagram itu sangat penting. Hal
tersebut akan lebih mudah disajikan dan dibaca oleh audience serta tidak
membingungkan. Penggunaan gambar dan warna tentu bisa menjadi suatu hal yang lebih
menarik untuk dilihat dan lebih mudah dipahami.
- Tepat waktu.
Cobalah
untuk berlatih dan hafal di setiap slide presentasi yg akan di sampaikan. Agar
apa? agar waktu yang di sediakan cukup, tidak lebih dan kurang. Sayang banget
kan kalo lagi asyik presentasi di bagian penting misalnya ide/solusi, eh
tiba-tiba waktunya habis. Alhasil audience belum tau kesimpulannya apa tetapi
kita harus mengakhiri gara-gara ngga tepat waktu.
Yuk simak fakta unik dari aku,
berikut ini 👇👇
Meskipun
presentasi bukan hal baru untukku, sampai sekarang dan sampai kapanpun berlatih
presentasi itu sudah menjadi list terpenting dalam proses finishing.
Dalam berlatih itupun ku ulangi terus menerus sambil dihitung berapa menit
selesainya presentasi dengan stopwatch. Berlatih itu bisa didepan kaca dan
kulakukan H-2 sebelum kegiatan. Nah buat kalian yang sering deadline bikin ppt,
dikurangi yuk. Sisakan waktu maksimal 1 hari untuk berlatih ngomong. Jangan
sepelekan bagian ini. Justru ngomong inilah hal terpenting loh. Hihihi😀
- Atur intonasi dan pandangan.
Pernah
ngga sih, kalian sebagai audience kadang ngga tertarik buat dengerin presentasi
orang? Atau kadang lebih tertarik untuk ngobrol dengan teman dan main handphone,
ya ngga? Heheh. Yuk ubah intonasi yang datar menjadi bervariasi, fokus
pandangan jangan ke dinding, pintu, atau malah proyektor tapi perhatikan
audience. Kontak mata yg hanya beberapa detik di setiap audience itu perlu, selain
dapat meyakinkan hasil penelitian juga bisa membuat audience merasa
diperhatikan. Tambahkan gestur seperti gerak tubuh sewajarnya agar mengurangi rasa
grogi dan tidak terlihat monoton.
- Tersenyum
Aksi kecil
tersebut bisa berdampak besar saat kamu melakukan presentasi. Apa hubungannya?
Berdasarkan pengalaman pribadi, tersenyum itu bisa mencairkan suasana yang awalnya
tegang dan grogi bisa lebih tenang. Sehingga saat memulai pembicaraan juga
tidak tergeda-gesa, susunan kata yang kata diucapkan lebih tertata dan dapat
menarik audience untuk bisa membangun dialog dalam sebuah presentasi. Selain
itu, tersenyum juga bisa mentransfer energi dan perasaan positif. Ngga percaya?
Coba aja. Hehe 😊
Kemudian
bagaimana agar tau bahwa presentasi kita telah diterima dan dipahami oleh
audience?
Ketika
fokus pandangan audience mengarah ke presenter, kemudian audience tidak banyak ngobrol
dengan teman, bermain smartphone, atau bahkan mengantuk serta muncul banyak pertanyaan
di akhir sesi itu artinya presentasi yang dilakukan cukup berhasil untuk
membuat audience tertarik. Tertarik untuk memperhatikan, memahami, kemudian
bertanya. Pertanyaan yang banyak diakhir sesi itu bukan berarti hasil
penelitian atau presentasi kurang meyakinkan, justru ketika adanya komunikasi 2
arah, adanya reaksi untuk bertanya dari audience itu artinya presenter telah
berhasil membangun suatu dialog presentasi.
Nah sekian tips presentasi untuk kalian, semoga bermanfaat! 😍

