Pemetaan Rencana

August 06, 2019




Perencanaan? Penting ngga sih?

Seringkali kita bingung dalam menjalani hidup itu perlu untuk direncakan atau tinggal ikuti alurnya saja seperti air yang mengalir? Sederhana sih, jika orang yang memiliki perencanaan pasti akan lebih terarah untuk menjalani kehidupan, misalnya esok mau kemana, kegiatannya apa, dan target apa yang akan diraih. Tentu berbeda dengan orang yang hanya mengikuti alur kehidupan, jika untuk hidup pasti masih bisa namun apakah dia akan tahu target apa yang akan di lakukan dalam beberapa hari, minggu, bulan, bahkan tahun kedepan? Secara tidak langsung, hidup kita penuh dengan perencanaan. Namun terkadang kita mudah menyerah jika satu per satu rencana kita tidak terealisasi, hingga ujungnya beberapa orang akan berprinsip “Ah yaudah, ngapain juga punya rencana ini itu lebih baik let it flow aja” Tapi fun fact nya, bahwa tidak semua air itu mengalir ketempat yang diharapkan atau bermuara di tempat yang jernih. Barangkali air itu justru terperangkap di suatu genangan, bendungan, atau got yang becek nan kotor. Ngga kebayang dong kalau itu dimisalkan seperti hidup kita? Mungkin stuck disitu-situ aja.

A goal without a plan, is just a wish – Antonie de Saint-Exupery

Lalu seberapa penting perencanaan itu? 
Tidak hanya memudahkan dalam mengatur waktu, menentukan prioritas, mendapatkan kesempatan, membentuk peluang, mengetahui apa yang dibutuhkan untuk merealisasikan target dan mimpi, mengetahui resiko dan dampak baik positif serta negatifnya, namun juga untuk evaluasi dan refleksi diri atas kegagalan yang telah terjadi. Perencanaan ini tidak hanya perihal mimpi-mimpi yang besar di jangka beberapa tahun kedepan melainkan juga merencanakan kegiatan baik harian, mingguan, maupun bulanan. 
Selain itu dengan menuliskan segala perencanaan/goal/target/mimpi, kita akan tahu persiapan apa yang dibutuhkan, kapan harus mempersiapkan, dan kapan untuk memulai. Melalui perencanaan, tentu hidup lebih terarah dan mudah untuk melihat hari esok serta kita akan lebih tahu masa depan apa yang akan di jalani dan perjuangan apa yang segera bisa untuk dipersiapkan.

Nah, bagaimana agar kemudian kita mudah dalam merealisasikan rencana-rencana atau mengurai mimpi-mimpi tersebut?

Semua orang tak terkecuali saya pribadi pasti memiliki banyak perencanaan, namun terkadang beberapa orang lupa bahwa segala perencanaan yang telah ditulis tetaplah penentu dari segala perencanaan tersebut ialah Allah SWT, secara tidak langsung dengan kita merencanakan dan berusaha untuk merealisasikan sudah menjadi bagian dari usaha yaitu berikhtiar. Lalu apa itu “Pemetaan Rencana”? Pemetaan Rencana ini merupakan salah satu cara atau tips dari saya pribadi untuk memudahkan kita dalam merealiasaikan rencana dan mengurai mimpi agar lebih mudah dijalani, tersistematis, + biar ngga numpuk dipikiran  hehehe

Memangnya berhasil?

Oke, Tips ini saya share berdasarkan pengalaman pribadi di bangku perkuliahan. Singkat cerita dulu saat masih mahasiswa baru (maba) yang menjalani PPSMB (semacam ospek kampus) ada materi mengenai study plan yang harus di buat ketika berkuliah dalam beberapa tahun kedepan dan saat itu saya sudah menuliskan target atau plan yang akan saya capai. Nah waktu itu saya menuliskan beberapa hal seperti lulus cepat, menjadi mapres (mahasiswa berprestasi), lomba nasional dan internasional, keluar negeri serta keliling Indonesia secara gratis + dapat beasiswa dan alhamdulillah semua mimpi tersebut sudah berhasil saya raih yang tentunya melalui doa dan usaha. Nah berikut sedikit catatan saya untuk mengurai mimpi-mimpi besar tersebut menjadi step by step, yang pasti saya catat betul-betul segala kegiatan dan target kedepan.



Apakah itu saja yang ditulis?
Tentu tidak. Untuk mencapai mimpi besar tersebut ada mimpi-mimpi kecil yang mengiringi dan dilaksanakan lebih dahulu untuk menuju mimpi besar tersebut. Sebut saja life plan, pemetaan rencana dapat di urai menjadi beberapa jangka waktu. Yuk simak tips berikut :
  1. Menuliskan target jangka panjang sampai diusia 50 tahun, kira-kira target apa saja yang harus sudah diraih hingga umur 50 tahun? Nah, target ini bisa dibuat dengan sederhana misalnya diusia 23 studi master ke luar negeri, umur 24 mengerjakan research disertasi/menikah dll kemudian usia 30 usaha bisnis sudah memiliki cabang di 10 kota misalnya.

  2. Menuliskan target jangka menengah, sebagai contoh target untuk 3-5 tahun kedepan. Pada target ini dimaksudkan agar arah lebih jelas dan fokus mau kemana, sebagai contoh saat ini kamu sedang berkuliah ditahun kedua/ketiga di suatu Perguruan Tinggi dan kira-kira target apasih di 3-5 tahun kedepan? Misalnya mau lulus di tahun sekian, kerja di perusahaan X, studi lanjut ke univ A, apply beasiswa master X, dll.

  3. Menuliskan target jangka pendek kisaran 6 bulan – 1 tahun/ Monthly Planner (bisa disesuaikan dengan selera dan perencanaan). Target jangka pendek ini akan lebih detail untuk dituliskan. Sebagai contoh seorang mahasiswa dalam perencanaan target jangka pendek ini bisa menuliskan goal apa yang hendak dicapai, misalnya jika target 6 bulan/ 1 semester bisa menambahkan goal untuk dapat IPS (Indeks Prestasi Semester) cumlaude, mengikuti event kepanitiaan A, menjadi delegasi lomba nasional maupun internasional, dan seminar/workshop ilmiah atau kegiatan lain yang dapat meningkatkan softskill. 

  4. Menuliskan Target Harian/ Daily PlannerTarget ini termasuk dalam kategori yang lebih detail dan tersistematis dalam keseharian yang akan dilakukan. Fungsi dari daily planner ini untuk mengetahui jadwal harian dari hari Senin-Minggu dalam sebulan dan untuk menentukan apakah ada jadwal yang sekiranya bertabrakan dengan agenda lain serta mengecek jadwal rutin mingguan dan harian misalnya jadwal mengganti sprei kamar, mengepel lantai, mengikuti pengajian dll. Dari sini kemudian akan terbentuk suatu pattern/pola kebiasaan untuk melakukan jadwal-jadwal rutin agar lebih tepat waktu.

  5. Membuat Evaluasi Pencapaian Tengah Tahun (6 bulan). Pernahkan dari kalian yang tidak asing dengan Evaluasi Tengah Tahun (ETT). Nah sebenarnya ETT ini tidak hanya berlaku di dalam suatu organisasi atau komunitas melainkan juga berlaku bagi setiap orang. Kenapa harus ada evaluasi? Tentu dengan membuat evaluasi pencapaian ini kita bisa tau target apa yang sudah berhasil kita capai dalam kisaran waktu 6 bulan, mengetahui target apa yang tertunda atau tidak terealisasikan serta target apa yang harus segera dikejar. Sebagai contoh nyata saya pribadi, dalam mengevaluasi pencapaian tengah tahun ini saya pernah menuliskan perihal target yang berhasil saya capai misalnya 👇👇
             Pencapaian sesuai target
  • Mapres UGM 2018,
  • Juara 1 dan 2 di ajang Kompetisi KTI se-Nasional di Bali,
  • Best Poster di Unhas Makassar,
  • Magang lebih awal,
  • Delegates Asean University Network+3 Youth Speaker Contest and Edu Forum
  • 6 pencapaian masuk dalam Sang Juara UGM, dan lain sebagainyaa ✌

    Pencapaian tak terduga
  • Sempro lebih awal
  • Menjadi pembicara dan moderator di 17 event
  • Mentor Private, dll.

    Pencapaian yang segera di kejar
  • Sidang/ Ujian Akhir
  • Kelarin Jurnal Penelitian
  • Publikasi Paper, dan lain sebagainya.
Nah itu adalah contoh dari ETT ku di tahun lalu, jadi dari ETT ini kita juga bisa lebih semangat yang tadinya kita pesimis buat bisa melangkah maju dan ngga yakin sama usaha yang di jalani ternyata kita bisa lebih bersyukur bahwa ada prestasi yang sudah berhasil kita raih, ada usaha baik doa dan perjuangan yang sudah kita tunaikan. 

Namun jika rencana yang sudah kita buat tidak berhasil? 

Tetap bersyukur, berprasangka baik atas segala rencana Allah SWT, dan harus introspeksi diri barangkali memang ada niat atau usaha serta doa yang kurang maksimal. Ingat! Tujuan dari perencanaan ini bukan untuk menghakimi takdir dan rencana Allah SWT jika rencana kita tidak berhasil, melainkan untuk lebih bersyukur, berprasangka baik, bersabar, berikhtiar, dan terus berdoa serta berusaha.

Masih ingatkan tujuan dari pemetaan rencana ini? Yup,

  • Untuk memudahkan dalam mengatur waktu, menentukan prioritas,
  • Mendapatkan kesempatan, membentuk peluang,
  • Mengetahui apa yang dibutuhkan untuk merealisasikan target dan mimpi,
  • Mengetahui resiko dan dampak baik positif serta negatifnya, dan
  • Mengevaluasi serta refleksi diri atas kegagalan yang telah terjadi.
Oke, sekian pemetaan rencana ala Lutfiiii semoga bermanfaat dan silahkan mencoba. Memang sih diawal cukup susah untuk merencakan target apa yang akan kita capai karena dalam proses merencanakan cukup membutuhkan waktu untuk berpikir sedikit keras hehe, tapi dari menulis perencanaan ini kita bisa tau bahwa sebenarnya kita sedang tidak sememikirkan itu perihal mimpi dan target kita di masa depan atau bahkan ada yang pusing/stuck karena bingung mau nulis apa? Nah itu berarti memang kamu belum terbiasa memikirkan perihal rencana tentang kehidupan yang akan dijalani kelak. Yuk, mulai direncanakan! 

Dari perencanaaan akan terdorong kemauan dan usaha serta berakhir dengan pencapaian. Semoga berhasil! 😊


With Love,

Lutfiana Pasebhan J

You Might Also Like

0 comments