Ngga selamanya rasa nyaman itu aman.
Mungkin sekarang yang #dirumahaja ada yg udah ngrasa bosen (banget) tapi juga udah ada yg ngrasa nyaman dan tanpa sadar kita dikendalikan oleh keadaan. Keadaan yg membuat kita harus beradaptasi dari yang apa² di luar rumah jadi di dalam rumah. Seiring waktu, kita mulai terbiasa dengan hal² yg bikin kita kaget diawal. Kita dulu mungkin kaget dan belum terbiasas untuk kuliah online, meeting online, dll. Tapi sekarang rasanya sudah terbiasa karena sudah biasa. Rasa terbiasa itu tercipta ngga butuh berminggu² bahkan ngga ada 1 bulan. Sekarang udah ngga asing lagi kan sama hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan online? 😏
Ngobrolin soal kegiatan selama self quarantine, udah refleksi diri belum selama lebih dr 1 bulan #dirumahaja ini? Jangan-jangan selama ini waktu kita kepake buat ngeluh dan nyalahin keadaan?
Atau jangan-jangan yang tadinya berniat untuk kasih ruang buat me time ke diri sendiri malah jadi kebiasaan dan kelewatan? Seiring waktu, kebiasaan itu terbentuk dengan sendirinya dari kegiatan yg kontinu kita lakukan. Contoh sederhananya dimulai dari bangun siang - mandi siang - pake piyama - masak - mandi sore - pake piyama - lembur/scrolling ig/tonton youtube sampe larut - bangun siang daaaannn berulang lagi dan lagi.
Me time itu boleh (bangett)
Kamu yg misal ngegame, menikmati drakor, atau belajar masak juga ngga ada salahnya. Semua bisa untuk jadi produktif menurut versi kita bukan produktif menurut versi org lain. Tapi.. kita juga harus punya alarm pengingat. Jangan sampai kegiatan selama #dirumahaja malah jadi kebiasaan atau habbits yang buruk. Jangan sampai selama #dirumahaja kita jadi lupa segala target dan goals yang akan kita capai. Jadi malas untuk mengerjakan bahkan stuck ditengah jalan.
Buat temen-temen yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan ini sebenarnya kita sedang membentuk habbits atau kebiasaan baru lohh. Memang saat pembentukan awal atau proses adaptasi itu tidak mudah. Keterkaitan dengan puasa di bulan Ramadhan yang paling terlihat dan terasa adalah perubahan pola makan. Seringkali kita merasa kurang nyaman secara fisik pada awal puasa. Perut terasa sakit, kepala pening, mood swing, dan lain sebagainya. Hal tersebut juga sama seperti kita di awal self quarantine masa pandemi. Tidak nyaman dengan keadaan, stress dirumah, dan canggung untuk berkegiatan online.
Namun apa yang terjadi setelah kita menjalankan ibadah puasa selama 29/30 hari? Pasti tubuh kita sudah mulai terbiasa dengan ritme pola makan bulan puasa. Bahkan dari kebiasaan yang terbentuk makan sebelum fajar dan setelah matahari tenggelam nampaknya berefek pada 1 Syawal ketika menyantap hidangan santan dan aneka macam sayur namun malah tidak nafsu makan atau justru lambung kita bermasalah.
Habbits atau kebiasaan itu mudah terbentuk dari adanya pengulangan.
Namun yang menjadi garis besar disini adalah jangan sampai selama self quarantine, berkegiatan #dirumahaja, dan bulan Ramadhan ini justru kita malah melakukan kebiasaan yang buruk. Nyaman boleh tapi jangan sampai terjebak. Lakukan kegiatan selama dirumah aja dengan hal-hal yang produktif.
Sesungguhnya amalan yang paling disukai Allah yaitu yang dikerjaan terus-menerus
[HR. Bukhari Muslim]


