Membangun Dialog dalam Presentasi

July 29, 2019



Di sebuah acara conference, symposium, maupun educational forum di tingkat ASEAN maupun di Korea Selatan beberapa waktu silam, saya pribadi pernah menjadi salah satu bagian dari presenter atau pemakalah untuk mempresentasikan hasil penelitian, ide, atau gagasan. Percayakah kamu? bahwa ide dan hasil akan suatu penelitian yang lengkap dan keren sekalipun terkadang masih belum bisa dikatakan maksimal jika penulisan karya tersebut kurang berisi, tidak sesuai format/kaidah, dan penyampaian ke publik atau audience juga kurang menarik.

Ada yang seperti itu? Merasa sulit untuk melakukan presentasi?

Oke, singkat cerita hampir selama 6 bulan ini, Saya berkutat dengan macam studi literatur, menulis, revisi, desain ppt, latihan presentasi, diskusi, riset dsb. Tidak saat kompetisi, conference, symposium, seminar hasil, atau saat jadi pembicara sekalipun. Kita sebagai mahasiswa pasti akan dihadapkan dengan "PRESENTASI".

Ya pentok2 sih, anggap saja sidang tugas akhir/skripsi/ thesis untuk melunasi kewajiban sebagai mahasiswa di bangku perkuliahan. Nah, kadang ada beberapa pertanyaan dari temen-temen perihal bagaimana dan persiapan apa saja untuk melakukan presentasi di depan publik?  
Nah, berikut tips membangun dialog dalam presentasi. Yuk simak!


  • Siapkan materi.
Buat kerangka point apa yg akan disampaikan. Menurutku bagian ini sangat penting. Kenapa? Karena kita bisa tau alur cerita seperti apa yang akan kita sajikan didepan audience. Ingat! Presentasi jangan dibuat kaku, anggap saja seperti bercerita tetapi dengan alur yg jelas agar audience paham dengan materi yang kita sampaikan. Jangan sampai kita presentasi tetapi alur cerita yang dibawakan membuat bingung, misalnya menjelaskan solusi atau metode dahulu baru latar belakang.  Nah, alur cerita presentasi disini sangat penting untuk dipikirkan sebelum membuat powerpoint.


  • Gunakan point-point atau pokok bahasan yg penting untuk di bicarakan di depan audience.
Jangan asal copas tulisan dari paper ya hehe. Apalagi yang berparagraf :”)
Itu bakal ngebosenin, karena tujuan kamu presentasi adalah menyajikan sesuatu untuk diucapakan, bukan kemudian audience yg membaca suatu paragraf. Inget! Power 'point'.


  • Sajikan data dalam bentuk visual.
Dalam presentasi adanya gambar, tabel, diagram itu sangat penting. Hal tersebut akan lebih mudah disajikan dan dibaca oleh audience serta tidak membingungkan. Penggunaan gambar dan warna tentu bisa menjadi suatu hal yang lebih menarik untuk dilihat dan lebih mudah dipahami.


  • Tepat waktu.
Cobalah untuk berlatih dan hafal di setiap slide presentasi yg akan di sampaikan. Agar apa? agar waktu yang di sediakan cukup, tidak lebih dan kurang. Sayang banget kan kalo lagi asyik presentasi di bagian penting misalnya ide/solusi, eh tiba-tiba waktunya habis. Alhasil audience belum tau kesimpulannya apa tetapi kita harus mengakhiri gara-gara ngga tepat waktu. 
Yuk simak fakta unik dari aku, berikut ini 👇👇

Meskipun presentasi bukan hal baru untukku, sampai sekarang dan sampai kapanpun berlatih presentasi itu sudah menjadi list terpenting dalam proses finishing. Dalam berlatih itupun ku ulangi terus menerus sambil dihitung berapa menit selesainya presentasi dengan stopwatch. Berlatih itu bisa didepan kaca dan kulakukan H-2 sebelum kegiatan. Nah buat kalian yang sering deadline bikin ppt, dikurangi yuk. Sisakan waktu maksimal 1 hari untuk berlatih ngomong. Jangan sepelekan bagian ini. Justru ngomong inilah hal terpenting loh. Hihihi😀


  • Atur intonasi dan pandangan.
Pernah ngga sih, kalian sebagai audience kadang ngga tertarik buat dengerin presentasi orang? Atau kadang lebih tertarik untuk ngobrol dengan teman dan main handphone, ya ngga? Heheh. Yuk ubah intonasi yang datar menjadi bervariasi, fokus pandangan jangan ke dinding, pintu, atau malah proyektor tapi perhatikan audience. Kontak mata yg hanya beberapa detik di setiap audience itu perlu, selain dapat meyakinkan hasil penelitian juga bisa membuat audience merasa diperhatikan. Tambahkan gestur seperti gerak tubuh sewajarnya agar mengurangi rasa grogi dan tidak terlihat monoton.


  • Tersenyum
Aksi kecil tersebut bisa berdampak besar saat kamu melakukan presentasi. Apa hubungannya? Berdasarkan pengalaman pribadi, tersenyum itu bisa mencairkan suasana yang awalnya tegang dan grogi bisa lebih tenang. Sehingga saat memulai pembicaraan juga tidak tergeda-gesa, susunan kata yang kata diucapkan lebih tertata dan dapat menarik audience untuk bisa membangun dialog dalam sebuah presentasi. Selain itu, tersenyum juga bisa mentransfer energi dan perasaan positif. Ngga percaya? Coba aja. Hehe 😊

Kemudian bagaimana agar tau bahwa presentasi kita telah diterima dan dipahami oleh audience?

Ketika fokus pandangan audience mengarah ke presenter, kemudian audience tidak banyak ngobrol dengan teman, bermain smartphone, atau bahkan mengantuk serta muncul banyak pertanyaan di akhir sesi itu artinya presentasi yang dilakukan cukup berhasil untuk membuat audience tertarik. Tertarik untuk memperhatikan, memahami, kemudian bertanya. Pertanyaan yang banyak diakhir sesi itu bukan berarti hasil penelitian atau presentasi kurang meyakinkan, justru ketika adanya komunikasi 2 arah, adanya reaksi untuk bertanya dari audience itu artinya presenter telah berhasil membangun suatu dialog presentasi.

Nah sekian tips presentasi untuk kalian, semoga bermanfaat! 😍

You Might Also Like

0 comments