Kalau Adi Soemarmo menyimpan kenangan untukku melihat pesawat yang pertama kalinya bersama Almarhum ayah, tapi Adi Sutjipto menyimpan kenangan untukku naik pesawat yang pertama kalinya bersama kamu dan pertama-pertama yang lainnya. Pertama kalinya kamu mengantarku ke bandara, pertama kalinya kamu melepasku pergi untuk mengejar ambisiku ke Kota Madani, pertama kalinya kita berkomitmen, dan di Bandara Adi Sutjipto pertama kalinya kita memulai untuk terbang bersama.
THREE LETTER CODE - JOG
-2017-
Malam itu aku masih ingat ketika kamu begitu meyakinkanku untuk bisa mengantar ke Bandara Adi Sutjipto pukul 04.00 WIB. Benar juga, pagi itu saat subuh kamu menjemputku di kosan untuk mengantar ke bandara. Hanya dingin yang masih teramat pagi dan berat koperku yang dibonceng dengan scooter matic merahmu. Cukup memaksa memang untuk kamu mengantarku sepagi itu, padahal itu hanya taktikmu saja agar bisa mengatakan sayang kepadaku untuk pertama kalinya. Terminal A menjadi tempat dan kenangan dimana keyakinan untuk dapat melepas pergi dan terbang lebih jauh terucap. Belum terbang bersama, namun kita ingin memulai. Itu adalah kali pertama Adi Sutjipto mengukir kenanganku dengan dia, L.
-2018-
Pertama kalinya maskapai Garuda Indonesia kunikmati dengan gratis saat bisa menjadi salah satu dari 2 delegasi UGM di ajang ASEAN University Network. Kamu mengantarku kembali namun hanya sampai batas pengantar, selalu saja begitu. Namun, usai pulang dari Jakarta kau minta travel luggage tags ku untuk bisa kau selipkan di dompet "agar suatu saat bisa terbang bersama untuk pertama kalinya", katamu. Sedikit gombal tapi itu adalah doa. Hingga akhirnya, Allah benar memberi ridho untuk kita bisa terbang bersama dan pertama kalinya. Melalui Letter of Acceptence aku dan kamu lolos lomba ke Makassar. Finally, kamu tak hanya mengantar sampai batas pengantar tapi kamu menemaniku terbang. Kamu bukan hanya sekedar partner lomba, tim, tapi juga travelmate. Pertama kalinya juga kita deadline laporan di pesawat kalau tujuannya udah balik ke JOG wkwk. Kamu ingat? di bandara Adi Sutjipto juga, usaha kita selalu terbayar dengan maksimal. Piala dan penghargaan yang berhasil kita bawa pulang menjadi hasil yang tak banyak kata. Alhamdulillah
-2019-
Sebenarnya aku benci morning flight, tapi itu waktu yang tepat untukmu bisa mengantarkan sekotak nasi uduk atau nasi kuning di Terminal A sebelum aku take off untuk panggilan tugas dari Kemdikbud kala itu. Kamu tau? Ada sisi lain yang aku suka dari morning flight selain bisa sarapan sama kamu di Terminal A? Yup, aku berkesempatan untuk melihat sunrise saat take off, menikmati suasana Jogjakarta dari jendela pesawat di pagi hari, dan sungguh sangat istimewa. Biarpun gedung-gedung dan perumahan itu makin meluas dan menjulang tinggi, namun gagahnya Gunung Merapi tak bisa terkalahkan oleh apapun.
-2020-
Hari ini tepat di tanggal 29 Maret 2020, aku ingin sejenak kembali ke masa lalu. Masa dimana pernah salah gate saat menunggu pesawat, melepas dia yang sudi untuk mengantar, melepas rindu untuk bisa kembali pulang, mengucap doa dan melangitkan harapan sebelum terbang. Bandara Adi Sutjipto telah membuat kenangan untuk segala pertama dan pertama lainnya. Biarpun bandara Adi Sutjipto tidak semegah bandara lain tapi di tempat itu kehangatan, kesederhanaan, dan kasih sayang yang murni tercipta. Aku yakin, di bandara ini banyak kenangan tersimpan pada setiap hati yang telah melewati. Tidak hanya kebahagiaan mungkin juga kesedihan, tidak hanya melepas mungkin juga menjemput.
-2019-
Sebenarnya aku benci morning flight, tapi itu waktu yang tepat untukmu bisa mengantarkan sekotak nasi uduk atau nasi kuning di Terminal A sebelum aku take off untuk panggilan tugas dari Kemdikbud kala itu. Kamu tau? Ada sisi lain yang aku suka dari morning flight selain bisa sarapan sama kamu di Terminal A? Yup, aku berkesempatan untuk melihat sunrise saat take off, menikmati suasana Jogjakarta dari jendela pesawat di pagi hari, dan sungguh sangat istimewa. Biarpun gedung-gedung dan perumahan itu makin meluas dan menjulang tinggi, namun gagahnya Gunung Merapi tak bisa terkalahkan oleh apapun.
-2020-
Hari ini tepat di tanggal 29 Maret 2020, aku ingin sejenak kembali ke masa lalu. Masa dimana pernah salah gate saat menunggu pesawat, melepas dia yang sudi untuk mengantar, melepas rindu untuk bisa kembali pulang, mengucap doa dan melangitkan harapan sebelum terbang. Bandara Adi Sutjipto telah membuat kenangan untuk segala pertama dan pertama lainnya. Biarpun bandara Adi Sutjipto tidak semegah bandara lain tapi di tempat itu kehangatan, kesederhanaan, dan kasih sayang yang murni tercipta. Aku yakin, di bandara ini banyak kenangan tersimpan pada setiap hati yang telah melewati. Tidak hanya kebahagiaan mungkin juga kesedihan, tidak hanya melepas mungkin juga menjemput.
Welcome Three Letter Code, YIA.
Meskipun aku tau, kamu (YIA) terlampau jauh untuk ku tempuh dengan mengendarai motor bersama dia (L), tapi aku yakin kamu memiliki banyak harapan bagi semua orang yang ingin mengunjungi Jogjakarta dan bagi semua orang yang telah mengorbankan rumah serta tanah mereka untuk di relokasi dan membangunmu.
See you monumen patung Ibu Pertiwi Hamemayu Hayuningrat, Ibu Bumi Bapak Angkasa.
Terimakasih Three Letter Code, JOG. Ini adalah kisah antara aku, dia, dan Bandara Adi Sutjipto.
Besok kita buat kenangan baru di Three Letter Code, YIA. 💓


