Should I Be Happy?
December 03, 2021I think its a good thing to have a heart, to be moved, and to cry even when you're a man. All I can do is take care of myself physically and mentally.
Nyadar nggak sih kadang tuh kita terbiasa untuk menjaga dan menghargai keputusan atau perasaan orang lain? Bahkan seringkalinya kita berusaha untuk bertanggung jawab atas kebahagiaan orang-orang disekeliling kita, sekalipun itu ke keluarga, teman, bahkan pasangan. All of you can do just for them dan disaat itu juga kita lupa untuk kasih tanggung jawab akan kebahagiaan ke diri kita sendiri. Atau emang dasarnya kita aja ya yang suka nyenengin orang lain? Bahkan kita sampai rela berkorban, jungkir balik kasih mereka sesuatu agar mereka merasa seneng.Ya gapapa dan nggak jadi masalah juga kok kalau misalnya kita mau berbagi kebahagiaan. Namun yang menjadi pertanyaan justru kita itu kasih kebahagiaan ke orang lain, apakah kemudian kita sendiri udah bisa merasa bahagia?
Padahal kalau dipikir, kebahagiaan untuk diri sendiri itu juga penting banget. Bukan karena kita egois, tapi kita itu berharga dan berhak untuk merasakan kebahagiaan seutuhnya. Bertahun lamanya mungkin aku sendiri juga nggak tau rasa bahagia yang sesungguhnya itu apa, seringkali untuk punya kebahagiaan aja nggak pantes. Merasa bahagia tapi kadang hanya sesaat, bingung harus pulang kemana jika rumah yang dulu tak lagi sama. Kehilangan seseorang memang menjadikan rumah tak lagi hangat. Apakah kamu pernah merasakannya? Menjalani hidup seperti berulang, berputar, dan tak beraturan.
"Mungkin ini hanya fase kehidupan", gumamku sembari menghela nafas panjang. Fase yang memang selalu ada senang dan sedihnya, gagal dan suksesnya. Seperti satu paket. Adanya kita sekarang disini, karena ada kekuatan dan rasa tulus yang sudah dijalani. Makasih sudah berjuang untuk kalian yang membaca, semoga bulan terakhir di tahun 2021 ini bisa dilalui dengan baik, kelimpahan, dan penuh suka cita. Once again, take care of your self physically and mentally.

0 comments