Rumah Pangan Lestari di Barat Bumi Sukowati

June 09, 2019



Berbicara soal lingkungan tidak hanya perihal bagaimana kita bisa hidup dan tinggal disuatu tempat. Tapi bagaimana pula kita bisa menjaga dan merawat lingkungan disekitar kita untuk kelak bisa menjadi warisan bagi anak dan cucu kita.

Lingkungan tidak hanya air, tanah, melainkan juga udara. Udara memang gratis untuk kita hirup setiap harinya tanpa harus membayar pajak seperti ketika menggunakan air untuk mandi dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Udara memberikan kehidupan, tetapi tanpa kita tau kadang kita telah menghirup udara yang kurang bersih, entah itu berasal dari limbah, aroma sampah, atau udara di perkotaan dengan berbagai macam polusi yang sering kita rasakan. Melihat hiruk pikuk suasana perkotaan yang semakin ramai dengan suasana bising klakson kendaraan pribadi, polusi yang semakin menambah jumlah karbonmonoksida. Belum lagi dengan bertambahnya penduduk yang semakin meningkat disetiap tahunnya dan berbanding lurus dengan semakin banyaknya sampah rumahan yang dikeluarkan dan limbah lainnya. Lingkungan hijau pasti susah kita temukan, begitu juga kesediaan lahan yang semakin sedikit baik di perkotaan maupun di perumahan. Selaras dengan konsep pembangunan berkelanjutan, lingkungan memiliki peran yang sangat penting. Lingkungan yang kita tinggali memiliki harapan besar untuk bisa saling memberikan feedback antar makhluk hidup, salah satunya tanaman. Ketika kita bisa merawat tanaman maka feedback yang bisa kita rasakan dimana tanaman juga bisa memberikan dan memenuhi kebutuhan keseharian kita.

Berawal dari ide untuk mengolah pekarangan yang minimalis dan menciptakan suasana yang sangat nyaman kemudian langkah kecil pun dimulai. Menanam 1 tanaman itu sangat berarti untuk suatu hasil kedepan entah tanaman itu bisa menjadi tempat berteduh, memberikan supply oksigen, atau bahkan kita bisa menikmati buah yang dihasilkan. Dan dari sinilah, menanam adalah salah satu langkah untuk bisa memelihara lingkungan. Pekarangan kami memiliki banyak tanaman, tidak hanya berfokus pada tanaman bunga melainkan juga budidaya tanaman kesehatan seperti jahe, kunyit, kumis kucing dll. Begitupula dengan tanaman sayur mayur yang bisa dikonsumsi pribadi seperti lembayung, bayam, tomat, cabai, sawi, petai dan beberapa tanaman buah-buahan (sirsak, nangka, alpukat, kelengkeng, manga, pisang, dst).
Pekarangan yang tadinya minimalis akhirnya bisa kami sulap menjadi rumah pangan lestari. Salah satu program dari Badan Ketahanan Pangan, Kementrian Pertanian yang menjadi ide gagasan untuk kawasan rumahan dengan tujuan untuk mendukung diversifikasi pangan, ketahanan dan kemandirian pangan serta gizi keluarga, dan mengurangi limbah plastik semacam botol mineral, plastik rumah yang sebenarnya bisa dimanfaatkan kembali sebagai media tanam. Berikut adalah potret keanekaragaman tanaman yang bisa dirawat di balik pekarangan yang minimalis.







Want to add a caption to this image? Click the Settings icon.




Want to add a caption to this image? Click the Settings icon.

Want to add a caption to this image? Click the Settings icon.








Want to add a caption to this image? Click the Settings icon.








Want to add a caption to this image? Click the Settings icon.

Beberapa tanaman tersebut memang dibudidayakan dan dalam kurun 2-3 tahun ini, kami sudah mampu melakukan panen avokad mentega, jeruk nipis, petai, cabai, lembayung dan bermacam jenis sayur-mayur. Keuntungannya adalah sayur yang dirawat sendiri tentu akan lebih segar dan tidak perlu merogoh uang cukup banyak, beberapa limbah plastik atau botol bekas air minum bisa dimanfaatkan tanpa harus menambah sampah-sampah plastik yang memang susah untuk diurai. Pekarangan minimalis tidak menjadi alasan untuk tidak dapat mewujudkan rumah pangan lestari, tidak harus di taruh di bawah, beberapa tanaman bisa digantung atau ditempel didinding dan disesuaikan dengan selera.







Want to add a caption to this image? Click the Settings icon.








Want to add a caption to this image? Click the Settings icon.

Memang semua berawal dari suatu kemauan, tapi jika bisa memulai akan menjadi langkah untuk kemudian bisa menjadi kebiasaan. Meluangkan waktu di saat weekend minimal 30 menit untuk menanam tidak akan menjadi suatu beban yang besar bukan?
Tidak harus menanam yang besar-besar, dimulai dulu dari benih yang kemudian ditanam, dipupuk, disiram pasti suatu saat akan memberikan feedback untuk bisa kita nikmati. Ini adalah aksi nyataku,1 tanaman bisa menjaga lingkungan. Aku tentu mengajak kalian. Yup KITA, kita yang menjadi generasi dimasa mendatang. Ketika kita dapat menjaga lingkungan serta merawatnya tentu lingkungan juga akan bersahabat dengan kita, kebutuhan kita terpenuhi, ancaman bencana polusi besar-besaran juga bisa kita minimalisir. Kita adalah bagian dari pemuda yang terdidik yang sadar akan peran dan tanggung jawab kedepannya. Semoga Rumah Pangan Lestari di pekarangan rumah Lutfi bisa menjadi gambaran untuk dapat diimplementasikan di rumah kalian masing-masing. Ketika langkah kecil berawal dari rumah, kenapa tidak? Sayangi lingkunganmu dan lingkungan kita.







Want to add a caption to this image? Click the Settings icon.


June, 9th 2019
With Love,
-Lutfiana Pasebhan Jati-

You Might Also Like

0 comments