Self-Love

June 21, 2019


Terkadang kita yang terlalu tersibukkan dengan urusan duniawi menjadikan kita lupa, sudahkah kita mencintai dan mengetahui diri kita sendiri ataukah selama ini kita hanya menekan diri kita untuk sekedar menuruti segala perintah dan aturan yang telah kita setting sedemikian rupa di otak kita?
---------------------------------------

Self-Love - Suatu keadaan dimana kamu benar-benar mengerti tentang kepribadianmu, bukan mengenai pandangan orang tentangmu, bukan mengenai pembicaraan orang bahwa kamu A, B, maupun C. Sejauh ini, aku pribadi sedang berusaha untuk mencintai diriku lebih, mengetahui apa yang sebenar-benarnya kubutuhkan dan kuinginkan dengan melihat kemampuan dan potensi yang kumiliki.

Pernahkah kamu? Terkadang kita memiliki banyak target dan tujuan dalam hidup, ingin bisa ini itu, ingin pergi ke tempat ini tempat itu, memiliki segala keinginan yang benar-benar kita inginkan hingga akhirnya kita egois pada pikiran kita (saja). Kita mengatur sebaik-baiknya waktu di setiap harinya, kita ingin menjadi produktif, memiliki kesibukan tapi apakah selama ini kita sudah bekerja secara efektif dan cerdas atau hanya sekedar bekerja yang terdorong oleh keinginan pikiran lalu membuat kita egois dengan mengabaikan tubuh, mental, hati, bahkan spiritual?

Contoh sederhana, kita bangun di pagi hari atau mungkin bagi yang begadang bisa jadi kesiangan (tentu bagi yang muslim, bangun siang membuat kita terlambat untuk ibadah Sholat Subuh, kehilangan salah satu rezeki di pagi hari dan merugi) kemudian kita beranjak melakukan aktivitas (bagi mahasiswa mungkin yang tersibukkan dengan tugas akademik dan kewajiban untuk kuliah, ada yang pikirannya sudah tidak tertata di pagi hari, ketika laporan belum selesai, jadwal kuliah pagi, belum belajar dan alasan lainnya hingga kemudian mengesampingkan rutinitas yang sering Ibu kita persiapkan dan hidangkan di masa kecil ketika pagi. Yup, kita terkadang mengabaikan sarapan). Siang menuju malam sekalipun tentu masih tersibukan dengan berbagai aktivitas. Banyak sekali rasanya tugas yang belum terselesaikan, ada tugas kuliah, belum lagi kegiatan di luar kampus seperti organisasi, komunitas, diskusi dengan teman, ada yang masih harus part time, atau sekedar nongki untuk membahas topik ringan di resto-resto yang menyajikan hidangan favorit untuk sekedar bisa diupdate di story oleh para millenial masa kini.

Jika boleh menghela nafas sejenak, sibuk sekali rasanya.
Terlalu sibuk hingga kita lupa untuk sekedar bernafas dengan pikiran sadar, sekedar memikirkan apa benar ini yang dibutuhkan, apa benar dengan kesibukan yang telah kita atur tersebut menjadi salah satu cara untuk kita yakin bahwa itu cara yang tepat untuk mencintai diri kita sendiri?
Contoh sederhana lagi, dengan mengabaikan sarapan, terlalu nikmat dengan makanan siap saji setiap hari, malas untuk sekedar menggerakkan kaki dengan lari kecil di pagi atau sore hari, begadang dan terus menambah porsi begadang di setiap hari, pulang terlalu larut hingga bersapa dengan angin malam, hingga bangun terlalu siang yang seringkali membuat terlambat untuk ibadah.

Sebentar, bolehkah aku bertanya?

“Sudahkah kamu mencintai dirimu sendiri? Dengan cara sederhana yang benar-benar membuat tubuhmu tidak tertekan oleh segala keinginan yang teramat kau kejar?”

Kemudian….

“Hal sederhana apa yang sudah kamu mulai untuk mencintai diri kamu sendiri?”
“Dan kenapa kamu harus mencintai diri kamu sendiri?”

Coba renungkan.
Time management yang bagus bukan hanya perihal urusan di masa depan tentang bagaimana kamu meraih dan mengatur waktu yang tepat. Tapi perihal bagaimana pula seharusnya kamu mengatur waktu untuk dirimu sendiri, untuk memenuhi apa yang benar-benar kamu butuhkan (makan sehat, tidur cukup, melakukan sesuatu yang benar-benar dilakukan dari hati dan kemampuan bukan paksaan untuk terlihat menang dan bisa segala hal). Allah memilih kamu untuk menjadi sebaik-baiknya manusia serta yang bermanfaat dan selalu bersyukur tentunya. Allah juga telah beri segala kenikmatan untuk kita, selalu hadir disaat kita butuh, tapi apakah kita sudah benar-benar menghadirkan waktu kita untuk-Nya? Sudahkah kamu memiliki dan meluangkan waktu terbaik untuk Tuhanmu disela kesibukan?

Jangan menunggu tubuh tumbang untuk kamu meluangkan waktu dengan dirimu sendiri. Stop kebiasaan buruk di setiap harinya sebelum benar-benar menjadi kebiasaan. Mencintai diri kamu bukan dengan mengikuti yang kebanyakan orang lakukan, tidak dengan mengikuti semua hal yang sedang menjadi trend. Mencintai diri kamu sendiri bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Pahamilah dirimu lebih sebelum kamu minta untuk dipahami lebih oleh orang lain.

You Might Also Like

0 comments