Seberapa Penting 'Public Speaking' ?

October 05, 2019



Minggu lalu, saya berkesempatan menjadi pemateri mengenai public speaking dan yang kita tau bahwa public speaking (communication skill) itu penting. Nah, pertanyaan mendasar yang sering saya terima baik saat diskusi maupun chat/dm masuk adalah 👇👇

Gimana sih biar bisa lancar ngomong? 
Gimana biar PD? 
Apa saja yang harus dipersiapkan dalam presentasi?
Bagaimana cara menghadapi audience?

dan segala macam pertanyaan yang berkaitan dengan public speaking, hehehe 

Sebelum saya menjawab pertanyaan tersebut, bahwa saya ingin mengulas fakta menarik yaitu berdasarkan Chapman University’s Survey on American Fears bahwa public speaking merupakan ketakutan nomor 1 di bandingkan ketakutan akan binatang buas, darah, ketinggian, kegelapan, bahkan hantu sekalipun dan bisa jadi Social Anxiety Disorder (SAD) juga loh bagi beberapa orang 😔

Ketakutan-ketakutan tersebut biasanya dipengaruhi oleh banyak hal, misalnya:
  • Takut salah ngomong, 
  • Takut materi yang disampaikan tidak berbobot 
  • Takut dengan penampilan yang akan di sajikan tidak maksimal 
  • Takut lupa materi 
  • Takut tata cara berbicara yang tidak bisa sesuai dengan kondisi 
  • Hingga takut diketawain.
Point pentingnya adalah bahwa ketakutan-ketakutan tersebut dipengaruhi oleh pikiran sehingga akan berakibat pada rasa tidak percaya diri pada kemampuan yang kemudian muncul rasa nervous dan membuat persiapan berantakan.

Nah, yang menjadi pertanyaan adalah apakah nervous itu dianggap wajar?

Menurut saya pribadi, sangat wajar. Bahkan sampai saat ini pun saya pribadi juga masih mengalami rasa nervous. Tubuh akan merespons ketika kita sedang merasakan nervous yang berlebihan dan terkadang respons tubuh setiap orang akan berbeda-beda. Respons tubuh yang dimaksud seperti apa sih?

Nah jika kalian pernah merasakan keringat dingin yang tiba-tiba keluar di telapak tangan, deg-degan, mual, pusing/pening di kepala, lemas, bahkan hingga muntah saat sebelum naik ke panggung, itulah yang disebut dengan respons tubuh akan nervous.
Namun, yang perlu dipelajari adalah bagaimana kita bisa melawan rasa takut dan nervous tersebut.

TIPS:
·        Know, Accept, Believe
Ketahui dirimu sendiri baik apa kekurangan, kelebihanmu, dan apa yang menjadi potensimu.Terima hal-hal yang ada pada dirimu. Kamu ngga perlu minder dengan apa yang kamu miliki. Last but not least pada point ini adalah percaya pada dirimu sendiri. Percaya bahwa kamu bisa, mampu, dan memiliki kualitas diri yang baik.

·        Persiapkan Materi
Jika merasa takut salah ngomong atau bingung terkait isi presentasi yang akan disampaikan, oleh karena itu persiapan materi juga menjadi point penting. Perlu adanya penguasaan materi agar kata-kata yang diolah tepat, berbobot, ringkas, dan tidak terlalu bertele-tele. Persiapkan analogi2 (optional) agar audience paham dengan topik pembahasan. Persiapan materi ini bisa dilakukan maksimal H-2 sebelum event berlangsung. Misalkan mau melakukan presentasi, persiapkan materi berupa point-point hal yang ingin disampaikan, buat kerangka, dan susun kata atau kalimat.

·        Practice, Practice, and Practice
Berbicara di depan umum/publik bukan hanya persoalan mengenai ide, topik, dan materi apa yang akan disampaikan melainkan yang terpenting adalah bagaimana pemateri bisa menyampaikan materi tersebut menjadi mudah untuk diterima dan menarik untuk disimak bagi audience. Oleh sebab itu, latihan menjadi point penting dalam
communication skill.

·        Cari lingkungan yang suportif
Melatih
communication skill bisa dilakukan dengan mengikuti organisasi, komunitas, talkshow, diskusi, kepanitian atau kompetisi sebagai wadah untuk mengukur kemampuan dan aktualisasi diri dalam bidang public speaking.  

Seberapa penting public speaking?

Nah sebenarnya ilmu communication skill menjadi hal yang di perhitungkan juga dalam dunia pasca kampus. Jadi ilmu pubic speaking tidak hanya berguna saat sedang mengenyam pendidikan baik untuk apply beasiswa, kegiatan volunteer, organisasi, melainkan juga sangat bermanfaat di kehidupan pasca kampus, salah satunya apply kerja maupun apply beasiswa master dll.

Public speaking = ilmu bercerita 
Public speaking itu komunikasi 2 arah (menyampaikan-memahami-bertanya). Kerjasama antara audience dan pemateri sangat diperlukan untuk membangun kondisi yang kondusif dimana adanya rasa saling memperhatikan antara audience dan pemateri.
Namun fakta di lapangan adalah bahwa menarik perhatian audience terkadang mudah-mudah susah. Tak jarang memang ada audience yang mengantuk, sibuk ngobrol, ngga fokus, dll. Nah ini menjadi catatan bagi pemateri untuk mencari tips agar menarik perhatian si audience

Dengan cara apa?

Perhatikan eye contact, intonasi, dan gestur. Jadi jangan sampai ketika menyampaikan materi terlihat monoton dan kaku.

Semoga bermanfaat 💙

#lutfithought
#morethanenough

You Might Also Like

0 comments