Opportunity Brings Privilege
August 09, 2020
|
Berada di lingkungan yang in high places menurutku sudah termasuk previlege yang barangkali tidak semua orang bisa miliki atau rasakan. Dikelilingi oleh orang-orang yang saling supportif, koneksi yang terhubung dengan sangat baik, ilmu serta wawasan yang luas, dan lain sebagainya. Belajar dan berkaca pada perjalanan hidup semasa di bangku kuliah - UGM, rasanya aku pribadi banyak mendapat kesempatan yang berharga, rasa bangga, namun juga tidak lupa akan tanggung jawab. Jangankan bisa berkuliah di salah satu universitas terbaik di Indonesia, bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi saja merupakan kesempatan luar biasa yang barangkali banyak anak-anak di luar sana masih susah untuk melanjutkan pendidikan - bahkan untuk tamat SMP/SMA itu sudah perjuangan yang berat untuk mereka. Kesempatan untuk bisa berkuliah di kampus terbaik rasanya ngga ingin terlewatkan, kenapa? Karena fasilitas dan ilmu/wawasan yang sudah aku dapatkan belum tentu bisa mereka dapatkan. Bersyukur dan berbangga atas pencapain, pasti. Namun, tidak merasa puas dengan apa yang sudah didapat karena dunia ini hanya ladang sedangkan kita sebagai manusia hanya pejuang untuk bekal di kehidupan selanjutnya.
Lalu bagaimana dengan mereka yang bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi namun bukan termasuk di TOP 3/5/10 Universitas terbaik di Indonesia? Aku yakin banyak harapan calon mahasiswa yang ingin melanjutkan di kampus-kampus terbaik tersebut. Persaingan sangat kompetitif, gagal atau berhasil itu jawaban yang pasti. Lalu yang dinyatakan tidak lolos atau diterima di univeritas pilihan ketiga atau kesekian apakah mereka yang tidak layak untuk berhasil? Tidak juga.
Semua orang punya kesempatan yang sama namun dalam wujud yang berbeda. Hidup kita itu seperti puzzle, berserakan dan banyak pecahan. Mudah disusun apabila pasangan antar puzzle ditemukan. Sama dengan hidup, kita punya banyak potensi atau skill. Namun sayangnya untuk bisa menjadi paket komplit dan hidup kita lebih tersusun, kita harus mencari serta menggali potensi. Bukan perihal dimana kamu berkembang lalu kamu merasa tidak punya privilege yang menguntungkan. Tapi bentuklah dan carilah lingkungan yang membuat kamu punya kesempatan lebih untuk bisa saling terhubung dengan orang-orang yang memiliki kompeten dan in high places.
Intinya gini, stop untuk membatasi diri sendiri, kurang-kurangi merasa kekurangan, banyak-banyakin merasa bersyukur, dan sering-seringin untuk mengembangkan diri. Sekalipun kalian berada di lingkungan yang ngga kalian inginkan (lingkungan kampus, keluarga, sosial pertemanan) yang mungkin itu ngga mendukung kalian dari segi support, fasilitas, atau material, bukan berarti kalian terjebak dalam lingkungan yang ngga bisa diajak grow up. Aku tau berada di lingkungan yang ngga support emang effort untuk mengembangkan dirinya harus lebih gede, mentalnya harus kuat, melawan arus dari pikiran atau perilaku orang kebanyakan harus lebih mandiri.
Inti kedua, kesempatan itu bisa dibuat. Bahkan kesempatan itu juga sudah bernilai privilege. Jangan hanya karena kamu melihat orang-orang yang berada di lingkungan kompeten serta in high places, kamu jadi merasa ngga bisa atau punya kesempatan seperti mereka. Memang harus extraordinary. Hal yang selalu aku tanamkan sejak di bangku SMA adalah, meskipun aku bersekolah di desa bukan berarti aku ngga bisa buat dapat kesempatan lebih seperti anak-anak yang bersekolah di sekolah favorit/di kota. Nah caranya gimana biar bisa selevel atau sewawasan dengan sekolah-sekolah favorit yang lain? Jawabannya adalah mengembangkan diri dan menciptakan peluang untuk aku bisa melihat apa yang mereka juga lihat.
Singkat cerita dulu waktu SMA, teknik presentasiku jelek banget tapi setelah aku berani mencoba ikut lomba untuk melihat dan bergabung dengan lingkungan orang-orang yang punya passion sama dibidang public speaking, setidaknya aku bisa belajar teknik communication skills dari mereka. Jika saat itu aku hanya bisa melimitasi pikiranku bahwa aku tidak akan punya kesempatan sama dengan orang-orang yang berada di sekolah favorit, mungkin aku tidak akan pernah ada kemauan untuk mencoba atau mengembangkan diri. Memiliki pikiran yang positif dan optimis, perlu banget untuk kita punya alur pikiran yang Growth Mindset.
Segala sesuatu bisa berubah,privilege seseorang bisa hilang, dan sebaliknya bisa didapatkan.


0 comments