The end of Twenty Twenty

December 05, 2020


Beberapa bulan belakangan ini saya sering ngobrol dengan teman-teman lama dan teman baru yang saya temui di lingkungan kerja. Saya pikir, pandemi ini akan membuat sekat batas untuk saya tidak bisa mendegarkan cerita dari banyak orang. Namun faktanya, 2020 memberikan saya banyak waktu untuk diri sendiri, keluarga, dan tak terkecuali dengan teman atau orang-orang baru yang saya temui secara virtual. Adaptasi akan lingkungan baru, siap akan segala resiko atas pilihan yang sudah dipilih, serta sadar bahwa hidup terus mengalami tantangan. Setiap hari di 2020 saya menemui pelajaran baru entah dari orang dan lingkungan yang saya temui. Sadar betul saya menjalani 2020 ini sebagai manusia yang utuh tanpa paksaan dalam memilih. Memilih untuk lebih banyak diam diantara kerumunan banyak orang, memilih untuk pindah rumah, pindah pekerjaan, atau pindah tempat yang saya yakinin akan lebih baik dari hari yang sudah berlalu.

Mendengar mereka yang bercerita tentang karir, perjalanan, atau keluarga mengajari saya bahwa hidup sejatinya proses sebab akibat atau aksi reaksi. Akibat adanya X karena ada sebab yang dilakukan Y dan sebaliknya. Proses kehidupan ternyata penuh dengan pembelajaran, asalkan ada kesadaran untuk memahami atas segaa hal yang terjadi. Memetik segala peristiwa yang terjadi tanpa mengurangi rasa kepercayaan diri, bahwa kita semua hanyalah makhluk yang sedang berjuang. Berjuang bertahan hidup atau berjuang mencari apa itu proses kehidupan di jalannya masing-masing. 

Have a nice day!!

You Might Also Like

0 comments